Sholat Jumat Pertama di Era New Normal
sumber: liputan6

Hari ini telah dilaksanakan sholat jumat pertama sebagai uji coba dalam melaksanakan kebijakan di era new normal.

Kebijakan ini diambil dalam upaya menghidupkan kembali masjid seiringan dengan hidupkannya kembali roda ekonomi.

Respon masyarakatpun beragam. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah upaya yang baik untuk menghidupkan kembali aktivitas ibadah. Ada juga yang masih ketakutan akan efek samping dari kebijakan ini.

Perlu diketahui bahwa kasus covid-19 khususnya di Kota Depok belum memperlihatkan titik terang. Jumlahnya masih terus menanjak.

Meskipun begitu, banyak masyarakat yang antusias menerima kebijakan sholat jumat pertama di era new normal ini. Buktinya, masjid pun penuh oleh jama’ah yang ingin menunaikan ibadah sholat jum’at.

Ini bukti bahwa masyarakat rindu akan suasana masjid dan keberjama’ahan dalam ibadah.

Baca Juga: Kisah-Kasih Alfian Tegar Prakasa

Sholat Jumat Pertama di Era New Normal
sumber: Dokumentasi Pribadi

Protokol Kesehatan Masuk Masjid

Dibukanya masjid bukan berarti terlepas dari protap kesehatan. Ada beberapa aturan yang harus ditaati jama’ah ketika masuk ke masjid.

Inilah protokol kesehatan yang harus ditaati setiap jama’ah yang akan sholat.

  1. Kondisi fisik harus sehat.
  2. Memakai masker dari rumah.
  3. Membawa sajadah sendiri.
  4. Jaga jarak 1 meter antar jama’ah.
  5. Mencuci tangan sebelum masuk masjid.
  6. Masuk masjid dan keluar masjid dari pintu yang berbeda.
  7. Anak-anak dibawah umur 15 tahun dilarang masuk masjid.

Selain itu, petugas masjid diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu kepada setiap jama’ah yang akan menunaikan sholat.

Jama’ah yang memiliki suhu diatas 37,5 derajat tidak diperkenankan untuk menunaikan sholat jumat di masjid.

Mereka akan dicatat terlebih dahulu oleh petugas masjid dan nanti petugas gugus tugas Covid-19 akan mendatangi rumah jamaah tersebut untuk dilakukan isolasi.

Sholat Jumat Pertama di Era New Normal
sumber: Dokumentasi Pribadi

Fakta Lapangan Kondisi Sholat Jumat

Saking antusiasnya masyarakat melaksanakan sholat jumat pertama di era new normal ini, banyak masjid yang akhirnya overcapacity.

Alih-alih berniat menjaga jarak pada akhirnya posisi jamaah tidak bisa dipaksakan. Ada beberapa jamaah yang akhirnya posisi shafnya tidak berjarak 1 meter melainkan lebih dekat.

Lalu, bagaimana respon para jamaah dengan kebijakan ini?

“Saya turut senang dengan kebijakan ini karena ghirah keislaman saya naik kembali dengan hadir di masjid” ungkap salah satu jamaah bernama Dendy asal Depok.

Ada juga yang merespon bahwa sebenarnya dia juga takut tertular covid-19 tapi semangatnya untuk sholat mengalahkan ketakutannya.

Baca Juga: Komunitas Ceria Petualang

MUI Memperbolehkan Tetap Sholat Jumat di Rumah

Meskipun banyak orang yang sholat jumat di masjid tetapi masih ada masyarakat yang memutuskan untuk tetap sholat jumat di rumah.

Hal tersebut dikarenakan mereka masih khawatir akan virus yang masih bertebaran dan mungkin saja mengenai mereka.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia menyampaikan pendapat bahwa bagi mereka yang tetap sholat jumat di rumah maka hal tersebut diperbolehkan.

Mengingat kondisi saat ini yang memang masih rawan dan sebagaimana kaidah fiqh, “mencegah mudharat lebih diutamakan daripada mencapai maslahah

Penutup

Itulah sekilas penjelasan tentang Sholat Jumat Pertama di Era New Normal. Apapun kebijakan yang dibuat pemerintah semoga memang kebijakan yang tepat.

Dengan dibukanya masjid juga diharapkan masyarakat tetap menaati prosedur kesehatan yang telah ditetapkan oleh gugus tugas covid-19.

Terima kasih telah membaca artikel ini, silahkan sebarkan seluas-luasnya apabila bermanfaat.

Tertarik untuk berdonasi membantu program Depok Banget? Silahkan klik gambar di bawah ini.

Donasi-Sekarang-1024x284 ⋆ Christ Miracle Church

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *